Friday, September 26, 2008

Kolesterol, Dr Jeckyll dan Mr. Hide di dalam tubuh kita...(bag 2)

HDL vs LDL
Telah disebutkan sebelumnya bahwa kolesterol merupakan turunan senyawa lemak yang tidak larut air. Karena sifat tersebut, baik kolesterol yang berasal dari makanan maupun yang disintesis di dalam tubuh membutuhkan bantuan suatu senyawa protein yang berfungsi sebagai carrier dalam proses transportnya. Senyawa protein tersebut disebut sebagai apoprotein. Kolesterol berikatan dengan senyawa apoprotein membentuk kompleks yang disebut lipoprotein yang lebih larut air.

Selain kilomikron, terdapat senyawa lipoprotein lain yang bersirkulasi di dalam pembuluh darah berdasarkan pada densitasnya. Tipe pertama adalah LDL (low density lipoprotein) yang lebih dikenal sebagai "kolesterol jahat". LDL membawa kolesterol dari hati ke seluruh jaringan tubuh (ekstrahepatik). Sebagian besar kolesterol yang bersirkulasi di dalam pembuluh darah ada dalam bentuk LDL.



Apabila jumlah LDL tersebut melebihi batas aman yang dapat ditoleransi oleh tubuh, ada kemungkinan kolesterol tertinggal di dinding pembuluh darah membentuk plak yang lama-kelamaan dapat menyumbat pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah ini disebut arteriosklerosis. Apabila penyumbatan tersebut terjadi di pembuluh darah yang menuju ke jantung, maka akan memicu terjadinya penyakit jantung, sedangkan bila penyumbatan terjadi di pembuluh darah yang menuju ke otak, akan memicu terjadinya stroke.

Sekitar sepertiga sampai seperempat kolesterol darah dibawa oleh HDL (High Density Lipoprotein), suatu bentuk lain lipoprotein. HDL dikenal sebagai kolesterol baik" karena jumlah HDL yang banyak di dalam pembuluh darah akan mencegah terjadinya arteriosklerosis. HDL cenderung untuk membawa kolesterol yang berlebihan di dalam pembuluh darah atau yang sudah membentuk plak di dinding pembuluh darah kembali ke hati, sehingga dapat memperlambat pembentukan plak selanjutnya.

Kadar kolesterol dalam darah
Kadar kolesterol darah ditentukan dengan metode analisis kimia dari sampel darah yang diambil dari tubuh. Kadar kolesterol darah dihitung dalam satuan miligram per desiliter darah (mg/dl). Kadar kolesterol darah terbagi menjadi tiga, yaitu rendah, normal, dan tinggi.

Pada manusia normal yang tidak memiliki penyakit jantung, kadar kolesterol darah dikatakan rendah apabila kadar kolesterol darah total kurang dari 200 mg/dl dan LDL lebih rendah dari 130 mg/dl. Kadar kolesterol darah normal apabila total kolesterol darah berkisar antara 200-239 mg/dl berkisar antara 130-159 mg/dl. Kadar kolesterol darah dikatakan tinggi apabila total kolesterol darah lebih dari 240 mg/dl dan LDL lebih dari 160 mg/dl.
Pada penderita penyakit jantung, kadar LDL di atas 100 mg/dl sudah dikatakan tinggi, dan HDL kurang dari 35 mg/dl dianggap rendah sehingga dapat memacu terjadinya serangan jantung.

Faktor yang memengaruhi kadar kolesterol darah
Banyak faktor yang memengaruhi kadar kolesterol darah seseorang, diantaranya adalah makanan, usia, berat badan, jenis kelamin, keturunan, dan gaya hidup.
Ada dua jenis golongan makanan yang disinyalir dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Golongan pertama adalah makanan yang mengandung kolesterol tinggi, yaitu makanan yang berasal dari hewan seperti daging, ayam, dan telur. Golongan kedua, adalah makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dalam kadar tinggi meskipun bahan makanan tersebut tidak mengandung kolesterol, seperti minyak sawit, minyak kelapa, dan alpukat.

Perlu diperhatikan bahwa hanya makanan yang berasal dari hewan yang mengandng kolesterol. Kita sering diberikan informasi berupa iklan minyak goreng atau produk makanan tertentu asal tumbuhan tidak mengandung kolesterol. Pernyataan ini memang benar, akan tetapi pernyataan ini membodohi masyarakat karena membuat seolah-olah produk tersebut baik untuk kesehatan karena adanya penekanan bahwa produk tersebut tidak mengandung kolesterol.

bersambung lagi....

No comments: